Sekolah tidaklah penting, yang penting adalah Pendidikan!
Pengantar
Beberapa di antara kita mungkin pernah mendengar celotehan-celotehan tentang orang yang menganggap bahwa diri mereka bisa sukses tanpa harus sekolah. Penulis sendiri sudah beberapa kali menemui orang-orang yang mengatakan hal demikian, yang seringkali berasal dari ungkapan siswa/siswi yang nakal atau sering bermasalah dengan guru atau lingkungan sekolah.
Ungkapan ini tidak bisa juga disalahkan, mengingat beberapa tokoh orang yang sukses dalam hal karir dan materi. Sebut saja dua orang yang sudah tidak asing kita dengar dalam dunia teknologi, yakni Steve Jobs dan Bill Gates. Nama pertama adalah seorang pendiri perusahaan teknologi ternama yang terkenal sebagai brand kelas atas yakni Apple, yang mana mayoritas orang yang memilih produk Apple adalah orang-orang dengan kelas ekonomi menengah atas. Siapa sangka, Steve Jobs ternyata memilih untuk putus kuliah pada usia 19 tahun. Dilansir dari liputan6, Steve Jobs memilih untuk meninggalkan Reed College karena merasa terlalu membebani keluarganya.
Sedangkan Bill Gates merupakan pendiri Microsoft yang mana produk-produknya sangat banyak digunakan orang-orang saat ini untuk menunjang segala aktifitasnya. Bill Gates yang pada tahun 2017 dinobatkan menjadi orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes dengan total kekayaan saat itu mencapai Rp 1.143 triliun. Siapa sangka orang yang tajir melintir ini juga merupakan orang yang putus sekolah. Masih dilansir dari liputan6, Bill Gates dikabarkan sempat mengenyam ilmu di Harvard selama dua tahun sebelum akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan kuliahnya dan akhirnya membangun Microsoft.
Jika dilihat dari dua kasus diatas, dimana orang-orang tersebut justru tidak lulus kuliah, tetapi justru sukses masuk kedalam jajaran orang-orang terkaya di dunia. Maka, apakah “ungkapan tidak perlu sekolah untuk menjadi sukses” bisa dibenarkan?
Tidak perlu sekolah, asalkan berpendidikan
Bila kita mencari jawaban singkat atas pertanyaan “apakah bisa sukses tanpa sekolah?”, maka jawabannya “Ya!”. Namun, terdapat banyak hal yang juga harus dibahas untuk dapat membuat statement itu seluruhnya berhasil membuat seseorang yang tidak bersekolah menjadi sukses.
Untuk memahami realitas adanya orang yang tidak lulus sekolah atau bahkan juga tidak bersekolah sama sekali menjadi sukses, kita perlu terlebih dahulu memahami perbedaan terms “pendidikan” dan juga “sekolah”. Banyak orang yang masih belum paham apa perbedaan pendidikan dan juga sekolah, maka untuk memahami terms ini, perlu dibedah terlebih dahulu secara Kebahasaan dan juga pendapat para ahli.
Perbedaan bersekolah dan pedidikan
Pendidikan sendiri berasal dari kata “didik” yang mana jika merujuk pada definisi KBBI versi daring, arti didik adalah memelihara dan memberikan Latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, Adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Dan berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Sedangkan untuk pengertian bersekolah menurut KBBI versi daring adalah : belajar di sekolah, mendapatk pendidikan aau pengajaran di sekolah.
Maka dari penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan perbedaan bersekolah dengan pendidikan. Dimana pendidikan adalah suatu memberikan suatu pelatihan kepada seseorang secara terencana agar orang yang dididik bisa mengembangkan potensi dirinya dan keterampilan yang diperlukannya untuk bisa mencapai hal yang dia inginkan (dalam hal ini karir). Sedangkan bersekolah adalah proses pemberian pendidikan kepada seseorang melalui akses dari Lembaga sekolah, yang juga biasa disebuat dengan pendidikan formal.
Pendidikan bisa didapatkan darimanapun
Pendidikan seperti yang sudah kita bahas, pada substansinya adalah usaha untuk mengembangkan potensi seseorang untuk dapat menjalani hidupnya dengan maksimal dan sejahtera sesuai dengan tujuannya secara sistematis dan terencana. Dari sini kita sebenarnya sudah bisa melakukan klaim, bahwa seseorang sebenarnya bisa sukses tanpa harus bersekolah, karena sejatinya seseorang bisa sukses mencapai tujuannya asalkan mereka sudah memenuhi syarat-syarat untuk dapat menjadi sukses, dimana syarat-syarat tersebut mereka dapatkan dari proses pendidikan yang tidak harus melalui sekolah.
Namun, bukan berarti orang-orang yang putus sekolah tersebut mempunyai peluang yang sama rata dengan orang-orang yang bersekolah. Karena dengan bersekolah, maka seseorang bisa mencapai hasil pendidikan secara lebih cepat. Karena, dengan bersekolah, orang tersebut tidak perlu susah payah mencari sendiri formula untuk membentuk kepribadian, pola piker, dan mental sendiri, melainkan sudah tersedia dan akan diberikan langsung oleh Lembaga sekolah.
Namun, bukan berarti juga orang-orang yang tidak bersekolah tidak bisa sesukses atau bahkan lebih sukses dari orang-orang yang bersekolah. Selama mereka bisa menemukan formula pendidikan yang tepat, maka orang tersebut akan bisa berkembang dengan kualitas diri yang sangat mumpuni untuk menjalani hidup dan meniti karir hingga sukses. Karena pendidikan bisa didapat darimanapun. Bisa dari pengalaman hidup, lingkungan, sekolah, kursus, atau bahkan sekedar membaca!
Terkhusus untuk membaca, begitu banyak pendidikan yang bisa dibuat melalui membaca. Bagaimana tidak, dengan membaca, banyak pembelajaran dan juga informasi yang bisa seseorang dapatkan. Bahkan sangking pentingnya membaca, pada 26 oktober 1966, UNESCO menobatkan bahwa pada 8 September adalah hari literasi internasional.
Kesimpulan
Maka pada tulisan kali ini penulis dapat menyimpulkan, bahwa sekolah tidaklah penting, yang penting adalah pendidikan. Karena tidak jarang juga orang-orang yang bersekolah, namun tidak menjalani sekolah sebagaimana mestinya, sehingga program pendidikan yang sudah dibuat melalui sekolah tidak akan sampai pada orang tersebut. Sedangkan pendidikan, bisa datang darimanapun selama itu terencana. Selama pendidikan dijalankan dengan benar, tidak peduli melalui lembaga apa atau siapa yang memberikan, maka orang tersebut akan berpeluang untuk sukses.
Pendidikan juga bisa didapat dari membaca. Membaca adalah salah satu cara terpenting untuk membentuk seseorang menjadi seseorang yang bisa meraih kesuksesan. Karena hingga saat ini begitu banyak ilmu yang bisa diserap dari berbagai macam sumber bacaan. Bahkan sejak masa manusia kuno, artefak artefak yang tertinggal untuk menyampaikan informasi pada generasi penerus adalah berbentuk bacaan.
Semoga dengan tulisan ini bisa membuat orang-orang yang membacanya untuk lebih rajin lagi membaca agar dapat mengembangkan potensi dirinya lebih luas lagi, dan bisa menjadi penerus-penerus dari Steve Jobs dan Bill Gates. Selamat hari literasi internasional!

Komentar
Posting Komentar