Baik/Buruk vs Benar/Salah. Bagaimana penggunaan yang tepat?
Pengantar
Mungkin untuk beberapa orang, membahas mengenai perbedaan dan penggunaan kata yang tepat untuk kata “baik/buruk & benar/salah” ini bukanlah sebuah hal yang penting, bahkan bisa jadi beberapa di antara para pembaca di sini menganggap bahwa pembahasan kata-kata ini tidak lebih penting dari pembahasan kata “Anjay” yang beberapa waktu belakangan sempat dianggap sebagai permasalahan moral penerus bangsa oleh salah satu public figure negeri ini.
Namun sadarkah anda, terdapat beberapa masyarakat Indonesia (atau bahkan kita sendiri) yang tidak dapat membedakan makna dari kedua term kata ini, sehingga seringkali salah dalam menempatkan term kata tersebut pada suatu kalimat, yang akibat nya justru mengubah makna dari maksud yang semula kita kehendaki. Salah satu kasus yang seringkali penulis temui di lingkungan sosial penulis adalah ketika mendengar penggunaan kalimat seperti ini, “Jangan ngomong kasar! Ga bener itu!” atau, “Jangan ngomong kasar! Ga baik itu!”. Mungkin untuk sebagian orang, penggunaan dua kalimat tersebut tidak ada bedanya, tapi sebenarnya terdapat perbedaan mendasar yang membuat makna keduanya berbeda jauh.
Untuk kalimat “Jangan ngomong kasar! Ga bener itu!”, hal ini akan membuat makna bahwa orang yang berbicara kasar adalah perilaku yang tidak sesuai dengan hukum atau juga bisa bermakna bahwa seseorang tersebut melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Sedangkan untuk kalimat “Jangan ngomong kasar! Ga baik itu!”, bisa bermakna bahwa seseorang yang berbicara dengan kasar adalah perilaku yang mempunyai akibat merugikan (buruk), baik terhadap pengguna ataupun orang yang mendengarnya.
Masih bingung Kira-kira yang mana sih penggunaan diksi yang benar? Maka dari sini, penulis akan membahas perbedaan penggunaan kata “baik/buruk & benar/salah”.
Pengertian “baik/buruk & benar/salah”.
Untuk memahami penggunaan yang tepat terkait dengan kata “baik/buruk & benar/salah”, maka kita perlu terlebih dahulu memahami definisi kata dari kata-kata tersebut. Merujuk pada web kbbi.id makna kata-kata tersebut adalah sebagai berikut :
1. Baik
baik /ba·ik / 1 a elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dan sebagainya): karangan bunga itu -- sekali; 2 a mujur; beruntung (tentang nasib); menguntungkan (tentang kedudukan dan sebagainya): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yang --; 3 a berguna; manjur (tentang obat dan sebagainya): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; 4 a tidak jahat (tentang kelakuan, budi pekerti, keturunan, dan sebagainya); jujur: anak itu -- budi pekertinya; 5 v sembuh; pulih (tentang luka, barang yang rusak, dan sebagainya): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; 6 a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; 7 a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dengan --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; 8 p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; 9 p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; 10 n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kepada semua orang; -- hati berbudi baik
2. Buruk
buruk1/bu·ruk/ a 1 rusak atau busuk karena sudah lama: memakai kain --; 2 (tentang kelakuan dan sebagainya) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat --; 3 tidak cantik, tidak elok, jelek (tentang muka, rupa, dan sebagainya);-- muka cermin dibelah, pb menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dan sebagainya; -- perahu, -- pangkalan, pb tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan;
-- mulut kasar perkataannya;
-- perut banyak makan;
-- pinta buruk nasibnya;
-- sangka salah menyangka orang; salah terima;
-- selera rakus; tamak;
-- siku tidak pernah mengakui atau menghargai kebaikan (pemberian) orang lain;
3. Benar
benar/be·nar/ a 1 sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yang dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; 2 tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; 3 lurus (hati): orang ini amat --; 4 dapat dipercaya (cocok dengan keadaan yang sesungguhnya); tidak bohong: karena diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yang tidak --; 5 sah: keputusannya --; 6 sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini;
4. Salah
salah/sa·lah/ a 1 tidak benar; tidak betul: ia membetulkan hitungannya yang --; 2 keliru; khilaf: ia -- menafsirkan ayat itu; 3 menyimpang dari yang seharusnya: mereka -- jalan; 4 luput; tidak mengenai sasaran; gagal: dua kali tembakannya -- dan baru yang ketigalah ia berhasil; 5 cela; cacat: meskipun sudah tua, tidak ada -- nya jika engkau mau belajar lagi; 6 kekeliruan: bukan -- ku jika ia tidak menepati janjinya;
-- adat melanggar adat; menyimpang dari biasanya: hubungan yang terlalu bebas pastilah akan dianggap -- adat;
-- agak persangkaannya tidak cocok dengan keadaan yang sebenarnya;
-- air salah didikan; sukar diajar;
-- ambilan salah terima; salah paham; salah mengerti;
-- anggapan pendapat yang keliru mengenai sesuatu;
-- angkuh salah rupa;
-- asuhan kurang baik didikannya;
-- atur salah menata petunjuk, kaidah, atau ketentuan yang dibuat untuk mengatur;
-- bantal sakit pada bagian tengkuk karena posisi bantal yang tidak baik (saat tidur);
-- bebal kekhilafan (kekeliruan, kesalahan) karena kedunguan (kebodohan);
-- benang 1 keliru menenun; 2 tidak enak badan; sakit;
-- besar sangat khilaf; sangat keliru;
-- buku Ek kesalahan tanpa sengaja tentang pembukuan suatu transaksi, baik perkiraan debit maupun jumlahnya;
-- cetak tidak betul mencetaknya; salah tulisan dalam cetakannya;
-- dorong terlanjur: ia menyesal karena -- dorong berbuat mesum;
-- duga salah agak;
-- gelogok bekerja dengan kurang pikir (dengan tergesa-gesa);
-- hati kesal; mendongkol; jengkel;
-- hitung Ek kesalahan penjumlahan, pengurangan, pengalian, atau penghitungan lainnya dalam pembukuan;
-- huruf Graf penamaan huruf yang berbeda dari gaya yang dipakai dalam berita;
-- jalan 1 tersesat; 2 ki menempuh jalan yang tidak seharusnya;
-- kaprah kesalahan yang umum sekali sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan: pemakaian kata “kami” untuk pengganti kata “saya” sudah merupakan -- kaprah;
-- kena pemakaian kata-kata yang tidak pada tempatnya;
-- kira 1 salah mengerti; salah sangka; 2 gusar karena salah mengerti;
-- kira-kira keliru menghitungnya;
-- langkah 1 keliru melangkah: ia -- langkah sehingga terperosok ke dalam parit; 2 ki sial; malang: ia merasa -- langkah karena segala usahanya tidak pernah mendatangkan untung; 3 tersesat: ia -- langkah sehingga terjerumus ke dalam dunia kejahatan;
-- lidah dengan tidak sengaja salah mengatakan atau mengucapkan sesuatu;
-- lihat 1 keliru melihat sesuatu; 2 melihat (memandang) dengan maksud buruk;
-- mata kurang awas; salah lihat;
-- mengerti salah paham;
-- paham salah dan keliru dalam memahami pembicaraan, pernyataan, sikap orang lain (biasanya menimbulkan reaksi bagi yang bersangkutan); salah tangkap;
-- pandang salah lihat;
-- pengertian salah paham;
-- periksa 1 keliru memeriksanya; 2 ki berbuat sesuatu yang kurang pantas;
-- pilih salah dalam memilih;
-- raba keliru menduga (menuduh dan sebagainya);
-- roman salah rupa;
-- rupa tidak pantas dilihat orang;
-- sangka salah mengerti; salah paham;
-- satu satu di antara yang ada: -- satu kursi boleh diluluskan; --
Pembahasan
Jika melihat dari setiap definisinya, maka kata “baik & buruk” mengacu pada sesuatu yang berkaitan dengan etika ataupun estetika, dimana kata “baik” bermakna ada sesuatu yang menguntungkan atau bisa membahagiakan terhadap seseorang, sedangkan kata “buruk” bermakna sebaliknya. Sedangkan untuk kata “benar/salah” lebih merujuk pada suatu hal yang disepakati sebagaimana adanya realitas tersebut dideskripsikan atau juga bisa bermakna suatu hal yang sesuai atau tidak sesuai dengan kesepakatan/hukum. Untuk kata “benar” bisa bermakna bahwa suatu hal yang yang telah di deskripsikan sesuai dengan realitasnya, sedangkan “salah” sebaliknya. Namun kata “benar” juga bisa bermakna bahwa suatu hal yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan/hukum yang ada, sedangkan kata “salah” sebaliknya.
Maka jika kita terapkan pada contoh kasus seperti di pengantar bisa kita nilai, kira-kira seharusnya kita menggunakan kalimat yang mana? “Jangan ngomong kasar! Ga bener itu!” atau “Jangan ngomong kasar! Ga baik itu!”? untuk menjawab ini, kita perlu mencari tahu motif awal si pembicara. Bila motifnya adalah ingin memberitahu seseorang bahwa berbicara kasar adalah suatu hal yang berlawanan atau tidak sesuai dengan hukum, maka kalimat “Jangan ngomong kasar! Ga bener itu!” yang tepat untuk digunakan. Sedangkan jika niatnya adalah memberitahu seseorang bahwa berbicara kasar bisa berakibat buruk pada lingkungan atau bahkan dia sendiri, maka kalimat yang tepat untuk digunakan adalah “Jangan ngomong kasar! Ga baik itu!”.
Sekian. Semoga bermanfaat…

Komentar
Posting Komentar